Free Web Site - Free Web Space and Site Hosting - Web Hosting - Internet Store and Ecommerce Solution Provider - High Speed Internet
Search the Web

Usaha Yuk.........?!!!

HOME ALBUM VIDEO GOKIL USAHA 

Gagal Dan Berhasil Di MLM

eringkali kita melihat ada rekan-rekan yang bisa berkembang besar di sebuah MLM, sementara lainnya gagal di MLM yang sama (ataupun yang lain). Mengapa? Ada beberapa point yang ingin saya bagikan : Untuk bisa berhasil dan mencapai sukses, diperlukan suatu kepribadian tertentu untuk mencapainya. Tanpa kepribadian ini, mustahil untuk bisa sukses.

Proses belajar di MLM termasuk “pengembangan kepribadian”, yang memberikan anda kepribadian yang diperlukan untuk berhasil. Mengapa seorang distributor yang latar belakangnya biasa-biasa saja, bahkan dari kalangan menengah ke bawah, bisa cepat berhasil, sementara distributor lain perlu waktu jauh lebih lama, atau bahkan ada distributor yang gagal?

Jawabannya sederhana: distributor yang cepat berhasil tentu saja lebih cepat membentuk kepribadiannya sendiri sesuai dengan persyaratan yang diperlukan untuk berhasil. Yang lebih lambat suksesnya (pencapaian peringkat dan pendapatan tertentu) melakukan pembentukan ini dalam jangka waktu yang lebih panjang. Distributor yang gagal tidak belajar sama sekali. Tapi satu hal yang pasti: tidak ada distributor yang pasif bisa berhasil dalam waktu singkat. Itu sebabnya program pelatihan menjadi nyawa dari sebuah MLM. Tanpa support system, mustahil sebuah MLM bisa bertahan lama. Dan saya tidak pernah percaya pada distributor yang hanya mau kerja tanpa belajar, tapi minta peringkat dan pendapatan tinggi.

Tidak pernah ada distributor yang gagal di MLM. Sekaligus saya meralat istilah “gagal” yang saya gunakan di atas. Sengaja saya cantumkan istilah tersebut untuk persamaan istilah antara saya dan anda, dan saya luruskan di sini. Tidak ada distributor yang gagal. Yang ada adalah distributor yang berhenti sebelum mencapai keberhasilan. Seringkali distributor berhenti (dan dia mengaku gagal) justru setelah: mencapai peringkat tertentu (biasanya tidak terlalu tinggi, tetapi sudah naik peringkat), mencapai tingkat penjualan atau pendapatan tertentu, atau malas (biasanya terpengaruh lingkungannya).

Selama seorang distributor mau terus berjuang, jaringan yang jatuh bangun adalah hal yang lumrah, dan dia selalu punya kesempatan untuk berhasil. Tergantung kapan dia berhasil membentuk pribadinya sesuai dengan yang diperlukan.

Tingkat kegagalan distributor aktif (sekali lagi saya ulangi: distributor aktif, bukan distributor yang sekedar bergabung) amat sangat rendah sekali dibandingkan dengan bidang lain apa pun di dunia ini. Sekali lagi, tidak pernah ada kata gagal. Bila terus berjuang pasti berhasil.

Distributor aktif yang “gagal” sebenarnya hanya menyerah sebelum menang, dan seringkali kemenangan sudah ada di depan mata, tetapi dia tidak sadar. Saya berikan beberapa contoh statistik tanpa angka persen (karena tidak saya hitung).

Satu, Sebagian besar (mayoritas) hanya bergabung tanpa mau menekuni bisnisnya
Mereka terbagi dalam 2 kategori, yaitu yang tidak pernah mencoba produk atau sekalipun ikut training dan yang pernah mencoba menawarkan tanpa prosedur, ditolak dan lalu menyerah.

Dua, Sebagian kecil menjalankan bisnisnya, walaupun hanya beberapa saat
* Ada yang tidak banyak (bahkan nihil) dalam mengikuti training/seminar. Ujung-ujungnya pasti good-bye.

* Ada yang sempat menjalankan, tetapi tidak yakin bahwa MLM adalah sebuah bisnis. Bisnis MLM-nya ditinggal karena takut mengganggu pekerjaannya sebagai pegawai walaupun bonus yang diterima sudah lebih besar daripada gajinya.

* Ada yang tidak merasa bahwa ini adalah bisnisnya sendiri, bukan bisnis upline-nya. Mereka keluar setelah berselisih paham dengan upline atau biasanya (yang paling dibenci upline) adalah melemparkan tanggung jawab atas jaringannya sendiri kepada upline-nya. Ingatlah: toko boleh benci supplier-nya, tapi bisnis jalan terus!

* Ada yang sempat menawarkan ke beberapa orang (kurang dari 10 orang), banyak gagalnya (bahkan semuanya), langsung menilai bahwa bisnis MLM-nya jelek.

* Sebagian lainnya berhasil memiliki pendapatan jutaan rupiah per bulan, di atas rata-rata gaji pegawai. Bahkan banyak yang dalam hitungan puluhan bahkan ratusan juta per bulan.

Kita bandingkan dengan data dunia yang paling umum, yaitu data pegawai :

  1. Hanya ada 1 orang manager yang memimpin sekelompok pegawai. Sebelum manager ini keluar, dipecat atau meninggal, bawahannya tidak bisa menggantikannya. Inilah sistem piramid perusahaan yang diterima semua orang. (MLM yang bukan piramid malah dianggap piramid. Anda bisa naik peringkat menyamai atau bahkan melebihi upline anda.)
  2. Lebih dari 90% pegawai tidak pernah merasakan naik pangkat. Lebih dari 80% distributor aktif (di atas 2 tahun) di MLM sudah pernah naik peringkat.
  3. Yang pernah naik pangkat, lebih dari 95% tidak pernah merasakan jabatan direktur.
  4. Lebih dari 95% pegawai tidak pernah merasakan penghasilan di atas Rp.10 juta per bulan. Di MLM, angka ini lebih dari 25% distributor aktif di atas 5 tahun.
  5. Sebuah perusahaan bisa memiliki puluhan ribu pegawai, tetapi hanya bisa memiliki 1 orang CEO (Chief Executive Officer). Di MLM, jumlah peringkat setara Bronze Enterpreneur (atau istilah sejenis) bisa tak terbatas jumlahnya.
  6. Seorang CEO terpontang-panting bekerja memenuhi beban kerja yang luar biasa, tidak bisa merasakan hidup enak bersama keluarga (waktunya full untuk perusahaan). Seorang Gold Enterpreneur hidup tenang bersama keluarga tanpa beban, pendapatan tetap diterima makin banyak walaupun tidak bekerja.


Bila dibandingkan dengan dunia bisnis konvensional:

  1. Hukum Marketing : hanya ada 3 merk teratas yang terus diingat orang. Contoh: untuk mie instan, yang diingat biasanya adalah Supermie, Indomie dan Sarimi. Untuk handphone: Nokia, Ericsson, Motorola. Softdrink cola: Coca-cola, Pepsi Cola, RC Cola. Di MLM, selama anda aktif, nama anda akan terus diingat rekan kerja anda (bahkan crossline sekalipun). Peringkat Bronze qualified ke atas bahkan hampir tidak pernah dilupakan.
  2. Lebih dari 90% toko tidak pernah berkembang. Di MLM, minimal 50% distributor aktif sudah mencapai peringkat setara Manager atau lebih setelah minimal 3 tahun.

Bisa kita lihat, bahwa bisnis MLM tetap masih lebih mudah untuk dijalankan bila mengikuti sistem yang diberikan, dan jangan pernah meragukan potensi bisnis MLM.

Mau Sukses di Network-Marketing? Jangan Jadi Kutu Loncat!!

Anda pasti tahu apa yang saya maksud dengan Kutu Loncat. Seseorang disebut kutu loncat adalah apabila orang tersebut sering berpindah kerja dari satu perusahaan ke perusahaan lain. Di bisnis network-marketing, seorang kutu-loncat adalah orang-orang yang pindah dari satu perusahaan network-marketing ke perusahaan network-marketing lainnya. Sebenarnya, ada 2 jenis kutu loncat di bisnis network-marketing : Satu, Kutu Loncat Ekspansif, yaitu kutu loncat yang mencoba mendapatkan income lebih dengan cara menjalankan lebih dari satu bisnis network-marketing. Cara berpikir kutu loncat tipe ini adalah “Jika saya bisa mendapatkan Rp.500 ribu dari satu perusahaan network-marketing, maka saya akan bisa mendapatkan Rp.5 juta dengan menjalankan 10 bisnis network-marketing.” Sebenarnya, tidak ada peraturan yang melarang seseorang untuk menjalankan lebih dari satu bisnis network-marketing. Akan tetapi berdasarkan hukum alam, sumber daya itu selalu terbatas. Setiap orang pada dasarnya memiliki sumber daya yang sama. Setiap orang yang normal punya dua kaki, dua tangan, punya satu otak, punya panca indera yang sama, dan punya 24 jam sehari. Jika sumber daya yang terbatas tersebut dialokasikan untuk terlalu banyak kegiatan (bisnis) ada kemungkinan besar, hasil dari bisnis-bisnis tersebut tidak akan maksimal. Hal yang sama juga akan terjadi jika seorang distributor menjalankan lebih dari satu bisnis network-marketing. Jika Anda kebetulan menyukai produk dari beberapa perusahaan yang berbeda, saya menganjurkan supaya Anda tetap memfokuskan diri pada satu perusahaan yang menurut Anda memiliki potensi terbesar. Di perusahaan lain, Anda tetap dapat mendaftarkan diri menjadi distributor supaya dapat membeli produk dengan harga distributor. Dua, Kutu Loncat Nomaden, yaitu kutu loncat yang bersifat nomaden. Suku Nomad adalah suku yang berpindah dari satu tempat ke tempat lain secara terus menerus. Saat sumber makanan habis dikonsumsi, mereka akan terpaksa pindah ke daerah lain yang sumber makanannya masih berlimpah. Seorang kutu loncat nomaden akan berpindah-pindah dari satu perusahaan network-marketing yang satu ke perusahaan network-marketing lain dalam waktu singkat. Setiap kali ada teman yang mengajak untuk mengikuti presentasi bisnis network-marketing yang baru, dia tidak bisa menahan diri untuk menolak dan akan mendaftarkan diri menjadi anggota. Pada dasarnya kutu loncat nomaden muncul karena sifat manusia yang paling mendasar yaitu “Rumput tetangga selalu lebih hijau.” Oleh karena itu, seorang distributor sering terpancing untuk bergabung dengan perusahaan network-marketing baru yang memiliki produk terbaru, bisnis plan, dan skema kompensasi distributor terbaru. Sadarilah bahwa perjuangan untuk mencapai sukses di bisnis network-marketing bagaikan sebuah perlombaan maraton. Peserta lomba maraton memiliki teknik dan strategi yang berbeda-beda untuk menyelesaikan perlombaan sepanjang 46 kilometer. Walaupun demikian, tujuan utama adalah mencapai garis finish di kilometer ke 46. Akan sangat disayangkan sekali jika Anda berhenti dari perusahaan network-marketing A sesudah menjalankannya selama 3 bulan, hanya untuk bergabung dengan perusahaan B yang menjanjikan produk baru dan skema kompensasi baru. Jika hal ini terjadi, Anda seakan-akan mengulang kembali dari garis start perlombaan maraton untuk mencapai kebebasan finansial yang Anda cari. Teman-teman seperjuangan di network-marketing, semua orang selalu mengaku memiliki produk baru yang lebih canggih dan skema kompensasi yang akan mempercepat tercapainya kebebasan finansial Anda. Jika Anda selalu terpancing dengan semua ajakan-ajakan yang tidak pernah berhenti tersebut, saya jamin Anda TIDAK AKAN MENCAPAI KEBEBASAN FINANSIAL yang Anda cari.

LANGKAH AWAL SANG MEMBER BARU .... !!!

Pada kesempatan kali ini saya hanya ingin berbagi pengalaman saja kepada member baru DBS ( yang umurnya dibawah 1 bulan yaaa... ). Ketika Anda pertama kali bergabung mungkin banyak yang tersirat di pikiran Anda... ( pikirannya macem2 nih... tapi asal jangan pikiran kotor aja yak.. heuheuheuheu.. !!! ) Pada umumnya member2 baru DBS banyak yang merasa "DITIPU alias DIKERJAIN" sama orang yang menawarkan usaha ini sama mereka... Tapi menurut hemat saya ini hanya masalah selera aja kok.... kalo anda mau tau langkah-langkah dan kiat apa saja yang harus dilakukan setelah anda mendaftar ... mari kita simak liputannya... 1. PRESENTASILAH SESEGERA n SECEPAT MUNGKIN !!!!!!! Kenapa ? Karena presentasilah yang akan menentukan JUMLAH RUPIAH YANG AKAN MENGALIR KE KANTONG ANDA….. Ketika Anda memulai untuk melakukan presentasi, secara tidak langsung Anda akan mempelajari system dan produk yang ada diperusahaan….Mintalah bantuan SPONSOR dan UPLINE Anda untuk menjelaskan bagaimana produk dan sistem perhitungan bonus dari PT DFI. INGAT ................. Jangan terlalu sering minta bantuan presentasi sama Sponsor ato sama Upline... Kenapa....? KARENA ANDA HANYA AKAN MEMPERKAYA Si SPONSOR n SI UPLINE TADI..... Buatlah jadwal secara periodik ( misalnya seminggu sekali ) untuk dipresentasi oleh si upline ato si sponsor tadi..... nah selama masa penantian .. ( ciee cieee ... ) Saya sangat menyarankan Anda untuk berpresentasi secara mandiri.... Mengenai apa saja yang harus anda kuasai... ( kalo menurut saya kayak begini boss ) Anda WAJIB tau sama 2 subsidi... SPONSOR DAN PASANGAN karena inilah subsidi yang paling MUDAH UNTUK DIJELASKAN.. Dengan Anda makin rajin presentasi secara mandiri, Pengetahuan makin nambah .... Kantong juga tebal BOSS !!!! 2. PELAJARI DAN TERAPKAN 7 LANGKAH SUKSES !!!! Nah langkah berikut ini merupakan teknis pelaksanaan dari usaha ini dilapangan, Biasanya MEMBER AWAL YANG DAFTAR MAKE KARTU CCI ATO EC bakalan dikasih sama Starter Pack... Anda baca dulu buku SYSTEM 4 SUCCESS ( buku kecil warna biru) ANDA WAJIB BACA BUKU INI JURAGAN !!! terutama bagi Anda yang punya batasan wilayah n waktu untuk ketemu langsung sama sponsor Anda. Yang bikin saya heran.... MASIH BANYAK LHO BOSS yang menyepelekan buku ini.. padahal gara2 buku ini saya bisa punya BMW, Bantu Ortu n foya2... Jadi Anda tinggal BACA>>> TERAPKAN>>>>> TERIMA DUIDNYA !!!!! sesimpel ini boss... 3. BIKIN PERTEMUAN RUTIN Guna dari si pertemuan ini... supaya Anda mendapatkan banyak masukan sama ilmu yang ajib-ajib dari sponsor anda... Lakukan minimal sebulan sekali. Pengalaman saya, 3 bulan berturut mengadakan pertemuan rutin... saya bisa flush out dari 3 HU boss ( itu sama aja 1 juta 1 hari .... lumayanlah, daripada nganggur 4. SERING LIAT BLOG SAMA WEBSITE Ini gunanya biar Anda banyak dapet ilmu tambahan secara online dan tau kabar terbaru tentang perusahaan... Jadi dengan dukungan 24 jam... diharapkan Anda bisa menjalan usaha ini dimana pun dan kapanpun Anda mau... PENUTUP Inilah pengalaman saya waktu pertama kali gabung... Mudah2n bisa ngebantu member2 yang pengen tau caranya.... nah kalo dari cara diatas ada yang merasa nggak cocok.... tinggalin komentarnya juragan.... OK !!!

Membangun Organisasi Network-Marketing Dengan Teknik ABC

ika Anda baru bergabung dengan sebuah bisnis network-marketing, Anda akan diminta untuk menuliskan sebuah daftar berisi nama orang-orang yang dikenal baik teman, saudara, keluarga, kolega, teman kantor, dan sebagainya. Kemudian, Anda diminta untuk menghubungi orang-orang tersebut untuk menceritakan kesempatan bisnis yang Anda tawarkan. Metode tersebut adalah metode yang telah dipraktekkan selama lebih dari setengah abad. Walaupun metode tersebut cukup sederhana, tetap saja hanya segelintir orang yang berhasil melakukannya dengan sukses. Kalau begitu, bagaimana caranya untuk meningkatkan tingkat keberhasilan dalam merekrut di bisnis network-marketing? Supaya tingkat keberhasilan merekrut dapat meningkat, Anda harus menyadari bahwa kegiatan merekrut adalah sebuah proses yang terdiri dari beberapa bagian : Satu, Anda menawarkan sebuah kesempatan bisnis, sebuah kesempatan untuk menjadi boss. Dua, Anda menawarkan kesempatan untuk bergabung dengan sebuah perusahaan network-marketing. Kedua tahap di atas harus Anda lewati dengan benar sebelum Anda dapat mengajak prospek Anda untuk bergabung dalam bisnis network-marketing yang Anda jalankan. Berapa persen dari orang-orang yang Anda kenal ingin menjadi boss dan memiliki usaha sendiri? Saya yakin, jika memungkinkan, lebih dari 85% dari orang-orang yang Anda kenal bercita-cita menjadi boss dan memiliki usaha sendiri. Artinya, jika kendala-kendala yang ada dapat diatasi, 85% dari orang-orang yang Anda kenal akan memilih untuk menjadi boss dan menjalankan bisnis sendiri daripada bekerja untuk orang lain. Kalau begitu, mengapa tidak semua dari 85% orang yang Anda kenal tersebut menjalankan bisnis mereka sendiri? Biasanya dikarenakan oleh adanya beberapa kendala, antara lain : Satu : Dibutuhkan modal yang besar untuk memulai sebuah bisnis. Dua : Dibutuhkan waktu yang banyak untuk mengelola sebuah bisnis. Tiga : Resiko untuk memulai sebuah bisnis sangat tinggi. Empat : Tidak tahu cara untuk memulai dan menjalankan sebuah bisnis. Dengan Teknik ABC, Anda dapat secara bertahap menawarkan bisnis network-marketing kepada prospek Anda. Dengan Teknik ABC, ke-empat kendala yang menghambat seseorang untuk menjalankan bisnis sendiri dapat ditiadakan sehingga potensi Anda untuk merekrut juga meningkat secara signifikan. Tahap-tahap yang terkandung dalam Teknik ABC adalah sebagai berikut : Satu, Tahap A : Hapuskan kendala-kendala yang ada. Dua, Tahap B : Hapuskan keraguan-keraguan yang timbul. Tiga, Tahap C : Pelajari dengan serius dan mengambil keputusan untuk bergabung atau tidak. Tahap A : Hapuskan kendala-kendala yang ada. Skenario : Anda dan teman sedang berbicara santai sambil minum kopi. Kemudian Anda mencoba melihat apakah teman Anda merupakan prospek yang baik untuk bisnis network-marketing. Berikut ini kira-kira adalah diskusi yang berlangsung : Anda : Saya merasa sudah waktunya untuk saya memulai bisnis kecil-kecilan. Anda pernah berpikir untuk melakukan hal yang sama? Teman Anda : Tentu saja. Saya sudah berkali-kali memikirkan untuk mulai menjalankan bisnis kecil-kecilan. Anda : Mengapa tidak direalisasikan? Teman Anda : Sulit untuk direalisasikan. Terlalu banyak kendala…. Perlu modal besar, perlu komitmen waktu yang sangat banyak, resikonya besar di tengah krisis moneter. Lagipula, saya kan seorang insinyur. Saya tidak memiliki latar belakang bisnis. Anda : Wah, Anda salah besar. Bagaimana kalau saya tunjukkan sebuah bisnis yang bisa dimulai dengan modal kecil, bisa dijalankan secara part-time, memiliki resiko yang sangat minim. Selain itu, Anda juga akan diberikan training dan pelatihan secara gratis. Anda berminat? Teman Anda : Kalau begitu, saya tentu berminat. Anda baru saja mempraktekkan Tahap A dari Teknik ABC. Pada tahap ini Anda memaparkan potensi yang ditawarkan oleh bisnis network-marketing, tanpa menyebutkan kata-kata network-marketing maupun MLM. Tahap B : Hapuskan keraguan-keraguan yang ada. Pada tahap ini, Anda mulai menyebut istilah “network”, “jaringan” ataupun “multi-level”. Biasanya pada tahap ini, Anda akan mengetahui apakah seorang prospek itu antusias terhadap bisnis network-marketing atau tidak. Ada beberapa tipe prospek pada Tahap B Teknik ABC. Tipe-tipe meraka adalah : Tipe Skeptis, yaitu orang-orang yang berpikiran bahwa network-marketing itu adalah penipuan sejenis penggandaan uang, money game dan sebagainya. Tipe Netral, yaitu orang-orang yang pernah secara sepintas mendengar tentang beberapa perusahaan network-marketing yang besar, akan tetapi tidak pernah secara serius mempelajari bisnis ini. Tipe Potensial, yaitu orang-orang yang berminat untuk memempelajari lebih lanjut mengenai bisnis network-marketing. Di Tahap B, Anda bertujuan untuk menghapuskan keraguan-keraguan pada benak prospek Anda dengan memberikan informasi yang tepat dan benar tentang bisnis network-marketing. Informasi-informasi tersebut mungkin berupa artikel-artikel yang ditulis oleh beberapa selebriti maupun tokoh masyarakat. Tujuan dari Tahap B adalah untuk mempresentasikan bisnis network-marketing secara umum sebagai bisnis yang legal, dan berpotensi tinge dengan resiko rendah, dan bukan untuk mempromosikan bisnis atau perusahaan network-marketing yang Anda jalankan. Jika Anda bertemu dengan Tipe Skeptis ataupun Tipe Netral, kemungkinan Anda untuk berhasil melewati Tahap B dengan sukses cukup terbatas. Hal ini dikarenakan Tipe Skeptis telah memiliki cara pandang tentang industri network-marketing yang sulit di hapus. Sedangkan untuk Tipe Netral, kemungkinan mereka tidak tertarik dikarenakan oleh alasan-alasan lain. Jika Anda bertemu dengan Tipe Potensial, Anda dapat melewatkan Tahap B dan langsung memasuki Tahap C. Tahap C : Pelajari dengan serius dan mengambil keputusan untuk bergabung atau tidak. Pada Tahap C Teknik ABC, Anda memberikan materi presentasi mengenai perusahaan network-marketing yang Anda jalankan. Selain itu, Anda juga perlu menjelaskan mengenai beberapa produk utama dan business-plan dari perusahaan network-marketing yang Anda jalankan. Setelah itu, barulah Anda mengajak prospek Anda untuk mengambil keputusan untuk bergabung. Kunci utama dari keberhasilan merekrut dan mengembangkan organisasi network-marketing bukanlah dari meyakinkan prospek mengenai potensi bisnis network-marketing, tetapi dari mengajak prospek-prospek untuk melihat dan mempelajari bisnis network-marketing. Biasanya setelah seorang prospek secara serius melihat dan mempelajari bisnis network-marketing, ia akan tergerak untuk mencoba untuk menjalankannya. Teknik ABC yang diterapkan secara baik akan meningkatkan rasio orang-orang untuk melihat dan mempelajari bisnis network-marketing secara serius. Semakin banyak orang-orang yang berhasil Anda ajak untuk mempelajari bisnis network-marketing, semakin tinggi juga keberhasilan proses rekruting dalam mengembangkan organisasi bisnis network-marketing Anda.

Mengapa Sikap Prospek Yang Positif Berubah Menjadi Negatif Keesokan Hari?

pakah anda pernah mengalami hal seperti judul di atas? Pada suatu hari, Anda berhasil mengundang prospek untuk mendengarkan peluang usaha yang anda tawarkan. Sang prospek memberikan respon yang baik terhadap tawaran tersebut. Setelah memberikan data-data yang dibutuhkan sebagai syarat untuk terdaftar sebagai anggota, maka prospek anda mengatakan akan melakukan pembayaran pada keesokan hari. Anda sudah tidak sabar menanti pergantian fajar untuk menerima pembayaran dari anggota team yang baru. Tapi apa yang terjadi? Anda mendapat kabar bahwa pembayaran yang ditunggu-tunggu tidak jadi dilakukan dengan seribu satu alasan yang terdengar logis. Mengapa hal ini sering terjadi? Kelihatannya masih ada kesalahan dalam proses closing yang anda lakukan. Walaupun anda telah memberikan informasi dengan baik dan benar pada saat presentasi sehingga prospek anda menyambut dengan positif, tetapi sebagian besar orang memiliki sikap untuk bermain aman dan takut tertipu. Maka mereka akan memberikan jawaban ini kelihatannya bagus dan masuk akal, tetapi beri saya waktu satu dua hari untuk memberikan jawaban. Lalu apa yang mereka lakukan setelah itu? Mereka akan mulai mengajak teman dekat yang lain atau keluarga dekat untuk bergabung. Tetapi karena minimnya pengetahuan yang dimiliki, maka yang diajak malah memberikan peringatan dan sinyal-sinyal negative, sehingga prospek anda menjadi mundur dan merasa bisnis yang anda tawarkan terlalu sulit baginya. Jadi apa yang harus dilakukan untuk menghindari terjadinya kasus di atas? Pertama-tama anda harus menghargai sikap dari prospek untuk berpikir terlebih dahulu, tetapi harus dibuatkan pagar pengaman sehingga ia tidak bercerita terlebih dahulu kepada pihak lain dengan mengatakan: 1. Saya setuju bahwa anda harus memiliki keyakinan yang bulat untuk berhasil di sini dan itu sangat bagus. Tapi demi kebaikan anda, apabila ada pihak lain yang harus dimintai pendapat dalam mengambil keputusan, maka akan jauh lebih baik kalau dipertemukan lagi dengan saya. Dan kalau masih ada sesuatu yang belum jelas, silakan menghubungi saya kembali, karena apabila anda sakit gigi maka harus berobat ke dokter gigi bukannya dokter mata, demikian juga berlaku di sini, lebih baik anda bertanya pada orang yang benar-benar mengerti tentang bisnis ini dari pada ke orang yang tidak mengerti dan akan menghalangi anda untuk berhasil. 2. Saya mendukung sikap anda, sekarang pikirkanlah dengan baik untuk bergabung atau tidak. Jangan bercerita kepada pihak lain sebelum anda putuskan. Karena ibaratnya anda baru dinyanyikan satu lagu yang baru, maka apabila anda bernyanyi kepada pihak lain, maka hasilnya tidak karuan karena anda belum menguasai lagu tersebut. Jadi hanya putuskan saja untuk bergabung atau tidak. 3. Sebaiknya anda jangan mencoba mengajak orang terlebih dahulu sebelum anda bergabung. Karena mereka akan bertanya apakah anda sudah bergabung? Karena mereka tahu anda belum bergabung, maka hal ini akan diduplikasikan. Sehingga pada akhirnya tidak akan ada yang bergabung dalam bisnis yang bagus ini.

Anda Gagal Merekrut? Inilah Penyebabnya!!!

etiap orang yang bergabung dengan sebuah bisnis network-marketing pasti tahu bahwa kegiatan rekruting merupakan urat-nadi perkembangan sebuah jaringan network-marketing. Tanpa merekrut, jaringan bisnis Anda tidak akan berkembang sehingga mengakibatkan bonus yang Anda peroleh juga tidak meningkat. Sebagian besar distributor menganggap kegiatan rekruting sebagai salah satu kegiatan paling sulit dalam mengembangkan sebuah bisnis network-marketing. Doug Firebaugh, seorang Top Leader industri network-marketing dari Amerika Serikat pernah mengatakan bahwa kegagalan dalam melakukan rekruting timbul karena 5 alasan utama. Kelima alasan tersebut adalah : 1. Distributor yang tidak berkomunikasi dengan prospek : Semua distributor tahu bahwa untuk merekrut, mereka harus sering memperkenalkan bisnis network-marketing yang mereka jalankan kepada teman dan relasi. Walaupun demikian, banyak sekali distributor yang tidak melakukannya. Mengapa? Alasan utama adalah ”Rasa Takut”. Cara yang tepat untuk mengatasi “Rasa Takut” adalah dengan meminta bimbingan dan training dari upline supaya perlahan-lahan “Rasa Takut” tersebut dapat dihilangkan. 2. Distributor yang kurang berkomunikasi dengan prospek : Sering kali seorang distributor menetapkan target yang terlalu rendah dalam kegiatan prospekting. Seorang distributor dalam jaringan saya bertanya, “Saya sudah melakukan presentasi 2 kali seminggu selama 2 bulan, tapi belum juga ada yang bergabung dalam bisnis network-marketing saya. Saya rasa saya tidak cocok di bisnis ini.” Jika Anda juga mengalami hal di atas, mungkin saja “ilmu merekrut” Anda masih belum cukup. Mungkin di bulan-bulan pertama Anda masih perlu melakukan 20 presentasi untuk merekrut satu distributor. Tetapi dengan latihan yang cukup dan bimbingan dari mentor dan upline Anda, kemungkinan besar “ilmu merekrut” Anda akan meningkat secara bertahap sehingga Anda dapat merekrut satu distributor baru setiap minggu. 3. Distributor yang tidak berkomunikasi dengan prospek yang tepat : Seringkali distributor network-marketing menghabiskan terlalu banyak waktu dengan prospek yang tidak tepat. Yang dimaksud dengan prospek yang “tidak tepat” adalah orang-orang yang tidak berminat dan juga tidak cocok untuk menjalankan bisnis network-marketing. Contohnya adalah orang-orang yang suka mengeluh, orang-orang yang gampang menyerah, orang-orang yang tidak berminat untuk meningkatkan penghasilan dan taraf hidup keluarga-nya. Kalau begitu, bagaimana tipe prospek yang tepat? Tipe prospek yang tepat adalah orang-orang aktif yang berpikiran positif dan selalu berusaha supaya lebih sukses. Tipe orang-orang ini seringkali bergaul dengan orang-orang sukses lainnya yang selalu berpikiran positif dan berusaha supaya lebih maju. Supaya Anda dapat merekrut orang-orang sukses, Anda juga harus mempraktekkan kebiasaan orang-orang sukses dengan cara belajar mengembangkan kepribadian melalui training-training yang sering diadakan oleh upline dalam organisasi maupun perusahaan network-marketing yang Anda jalankan. 4. Distributor yang tidak berkomunikasi dengan benar ke prospek : Dalam kegiatan prospekting dan rekruting, kita harus mengutamakan kepentingan prospek. Kita harus sadar bahwa peluang bisnis yang kita tawarkan haruslah sesuai dengan apa yang mereka inginkan. Jangan sampai kita memaksakan kehendak kepada seorang prospek / calon distributor. Jika kita terlalu memaksakan supaya prospek bergabung dengan bisnis network-marketing kita, bisa saja mereka setuju untuk bergabung dan membayar uang keanggotaan karena segan untuk menolak. Akan tetapi, jika mereka tidak mengembangkan bisnis mereka setelah bergabung secara resmi, maka perkembangan bisnis network-marketing Anda tetap akan terhambat. 5. Distributor yang terlalu banyak bicara : Orang-orang tertentu memiliki kebiasaan untuk terlalu banyak bicara. Seharusnya kegiatan rekruting memiliki porsi presentasi dan tanya jawab yang seimbang. Artinya : kegiatan rekruting merupakan kegiatan dua-arah. Jangan mendominasi kegiatan rekruting dengan presentasi Anda. Supaya terjadi interaksi yang sehat, ada baiknya Anda menanyakan poin-poin tertentu kepada prospek / calon distributor, atau mereka diberikan kesempatan untuk mengajukan pertanyaan. Jika Anda mendominasi kegiatan rekruting dengan presentasi dari Anda yang bersifat se-arah, ada kemungkinan prospek / calon distributor menjadi antipati terhadap peluang bisnis yang Anda tawarkan. Demikianlah 5 alasan utama yang mengakibatkan gagalnya kegiatan rekruting. Mudah-mudahan dengan mengetahui penyebab kegagalan rekruting tersebut, Anda dapat menghindarinya dan semakin sukses dalam mengembangkan bisnis network-marketing Anda.

Insert Another Sub Header Here

Insert descriptive text which supports the above header. Insert descriptive text which supports the above header.Insert descriptive text which supports the above header. Insert descriptive text which supports the above header.